Taman
Nama
Bunga semu yang selalu ku basuhi kabut
Semakin tak terlihat lagi
Saat ku tutupi dengan kain tanpa batas
Akan ku buat ia tak terlihat oleh siapapun
Namun semua sia-sia
Kabut yang kututupi adalah kabut warna
Tapi bodohnya aku,
Justru aku yang tak mampu melihatnya
Kertas yang ku sobek
Akan aku tulis dengan sebuah tinta
Namun sayang, tinta ku tanpa warna
Tak bisa kulihat bunga semu itu hingga
sekarang
Mungkin memang sudah jalanku
Taman nama yang akan ku hias itu pun
Kini hanya tinggal nama
Kelak, akan ku buat dengan warna yang
indah
Dengan warna yang siap sedia
Akan ku hadiahkan taman nama itu
Untuk pelukisku…
Sekarang, aku harus cari lebih banyak
warna
Warna yang hanya ada
Jika hati ini mampu melihatnya…
By
: fera Azhelic
0 Komentar