Fairy tail hanya milik Hiro Mashima sensei
Azhel disini cuma pinjem para aktor/aktrisnya
pairing : Natsu Lucy
kurangnya : Buanyak miss typo, GAJE, Gak nyambung, Salah ketik, alur kecepetan, banyak dialog, ah pokoknya banyak deh!
thanks buat teman2 and author yang sudah memberikan saran dan kritiknyaIngat! Pembaca yang baik akan meninggalkan jejaknya dengan memberikan komentar / Review-nya :D
selamat membaca...
~~** …
Ai no Maho …**~~
*****
Sebelumnya…
“Natsu!!! Natsu,
sadarlah!!“ Lucy mencoba menggerak-gerakkan tubuh Natsu. “Ku mohon, sadarlah,
Natsu!! Ku mohon….sadarlah!“ tanpa ia sadari air matanya jatuh membasahi wajah
Natsu.” Lucy~~ “ perlahan suara Natsu memanggil namanya dan melihat wajahnya
yang sedang berurai air mata, hingga pandangannya gelap hingga ia tak sadarkan
diri.
Chapter
2
Lucy
POV
Bagaimana ini? Apa yang harus ku
lakukan? Aku menarik Natsu kedalam pangkuanku, berusaha agar dia membuka
matanya. Natsu… Sadarlah…
Aku mencoba mengerak-gerakan
tubuhnya tapi ia tetap tak membuka matanya. Bagitu juga dengan Happy yang menangis
keras disamping ku sambil memegangi lengan Natsu yang tergeletak diatas tanah
Gua yang dingin.
Normal
POV
Renora dan anak buahnya masih
terpaku melihat Natsu yang masih tak sadarkan diri dalam pangkuan Lucy.
‘
Gawat!! Seharusnya bukan sihir anak itu
yang terhisap, entah apa yang akan terjadi setelah ini. Lebih baik anak itu ku
lenyapkan! sebelum sesuatu yang buruk terjadi, ‘ pikir
Renora
Tanpa mengulur waktu lagi, Renora
langsung mengeluarkan sihirnya dan membentuk sebuah tali yang dengan cepat
menjerat leher Lucy.
“Akh!!!” Pekik Lucy sambil berusaha
melepaskan tali sihir itu dari lehernya
“Lucy…!!!” Happy ikut membantu Lucy
dengan menarik, mengigitnya serta mecakar tali sihir itu sekuat tenaganya tapi
tak juga berhasil. Renora bahkan mengeluarkan tali sihirnya yang lain dari
tangan kirinya dan mencambuk Happy, hingga ia terpental ke dinding Gua dan
jatuh pingsan.
“Ha, Hap-pyy~ “ ucap Lucy Lirih
karena tenaganya mulai habis terkuras menahan lilitan sihir Renora.
Tak cukup hanya itu, Renora juga
menarik Lucy kearahnya dengan paksa, hingga Natsu yang berada di pangkuan Lucy
pun jatuh tergeletak di lantai Gua.
“Kau tak ada gunanya lagi, gadis
manis!“ ucap Renora dengan senyum
liciknya pada Lucy. Salah satu bandit yang menculik Lucy segera menghampiri
Natsu dan menarik serta mengangkat tubuh Natsu dengan satu lengannya.
“ HAHAHAHA…Anak ini sudah tak
berdaya lagi, tak ada gunanya dibiarkan hidup !!!“ Sorak bandit itu dengan
penuh kemenangan. Sedangkan Lucy masih berusaha keras melepas jeratan tali
sihir itu dari lehernya.
Lucy
POV
“Akh!!” Pekik ku saat Renora
menjerat leher ku dengan sihirnya. Sungguh menyebalkan!! Semakin lama sihir ini
semakin kuat, tenaga ku juga berkurang derastis. Apa mungkin sihirnya ini
memiliki kemampuan menyerap sihir lawan? Gawat, Bagaimana ini?? (T^T)…
Ditambah lagi dengan kondisi Natsu
dan juga Happy saat ini, aku benar-benar mengkhawatirkan mereka.
Normal
POV
Disaat Lucy sedang berusaha
melepaskan sihir Renora, tiba-tiba gerakannya terhenti ketika tali itu dengan
cepat berubah membeku dan hancur menjadi serpihan.
“Apa??!! Bagaimana mungkin?!!” Ucap
Renora begitu melihat sihir miliknya hancur menjadi kepingan Es!
Sementara Lucy langsung menjauh
darinya dan mengatur nafasnya kembali.
“Terima kasih, Gray…!” ucap Lucy
sambil memegangi lehernya yang masih sedikit merasakan sakit akibat jeratan
tadi
“Lucy, kau baik-baik saja?” Tanya
Gray yang baru saja datang bersama Erza
“Ng!” Jawab lucy mengangguk
Tak Lupa Erza langsung menghajar
anak buah Renora yang bersama natsu hingga jatuh di lantai gua kembali. Dan setelah
mengetahui keadaan Lucy, Gray lalu beralih menghampiri kearah Natsu dan mencoba
menyadarkannya.
“Oi, Natsu!! Bangun!! Hei Bodoh,
buka mata mu!!” sambil menguncang-guncangkan tubuh Natsu yang belum ada
tanda-tanda akan segera sadar. Ia terdiam sejenak, lalu dengan satu tangannya mengangkat
syal kotak-kotak milik Natsu dan tangan yang satunya lagi menamparnya bulak
balik ( *ya ampun… itu cara menyadarkan orang yang paling sadis! XD
“=.= Gray, tidak bisakah kau menyadarkannya dengan
sedikit lembut?” ucap Lucy melihat Pria inceran Juvia itu menyadarkan Natsu (*
Lebih tepatnya menghajar Natsu
Belum juga Natsu tersadar, Renora
sudah mengerahkan anak buahnya kepada mereka dengan jumlah yang tak sedikit.
Tanpa pikir panjang lagi, Erza dengan siap menghadang mereka dengan ratusan
pedang miliknya menggantung di udara.
“Ternyata benar, kalianlah yang
menculik para penyihir, katakan Apa tujuan kalian?!!“ Tanya Erza yang terdengar
seperti perintah
“ HAHAHA…Penyihir Bodoh seperti
kalian sebaiknya Diam !!! kalian hanya akan mengganggu rencana kami saja !! ”
Sontak gerakan Erza pun terhenti
dan Aura di sekelilingnya berubah drastis! Ia menundukkan kepalanya dan berkata
“ Apa kau bilang? Bo-Doh ? …” Erza menampakan senyumnya Devilnya. Ia juga
mengganti baju Zirahnya menjadi Black wing Armor
“ BODOHHH ??!!!!!! Errrrrrggghh…
KAU Bilang Aku BODOH !! “ Ia kembali
tersenyum dan perlahan memperlihatkan wajahnya yang mengerikan ! dengan kuku di
kedua tangannya yang seolah siap mencabik lawannya, matanya berwarna merah
menyala seperti warna rambutnya. *Jika dilihat pada saat seperti ini mungkin
Erza bisa dibilang kembarannya Mirajane versi devilnya XD
“ A, Apa yang terjadi? Di, Dia berubah !!!”. kata salah satu bandit
yang tak jauh dari Erza berdiri. Dan
tanpa aba-aba, Erza langsung menghajar mereka habis-habisan !! sampai sebagian
anak buah Renora kocar kacir berantakan.
“ Ah… Dia malah ngamuk disaat-saat
seperti ini.. =.= “ ucap Gray yang
melihat kelakuan Erza.
“ Baiklah, aku juga tak akan
kalah!! ICE… MAKE LANCE !!! “ Lanjut Gray mengeluarkan jurusnya ke arah Renora.
Disaat yang sama Lucy mengambil
salah satu kunci emasnya dan bersiap mengeluarkan virgo, Sayangnya Renora sudah mengetahui terlebih dahulu,
sehingga serangan Es yang buat Gray ia alihkan kearah Lucy.
“Akh…!!” Pekik Lucy yang terbanting
ke sisi Gua yang lain.
“Lucy !!“ Teriak Gray dengan Panik.
Perlahan Lucy berusaha
membangkitkan tubuhnya untuk tegak kembali, namun tanah yang ia pijak tiba-tiba
bergetar “ Eh? Na, nani?..” Tanyanya bingung, lalu “ Uwaaa…!!!” Tanahnya
longsor kedalam jurang. Beruntung Lucy sempat berpegangan pada salah satu batu
yang ada di dinding Gua itu
“ Gawat! Lucy!!” ucap Gray panik.
Namun karena lengah, Renora pun berhasil membuat Gray terhempas jauh darinya.
Sedangkan Erza masih terperangkap menghadapi anak buah Renora yang jumlahnya
sangat banyak.
Kini tinggal Renora dan Lucy yang
tergelantung di bibir gua, Pria bertubuh besar dan berjanggut keriting ini
perlahan mengayunkan langkahnya mendekati Lucy.
Lucy
POV
Gawat !! dalam posisi ini aku tak
bisa mengambil kunci rohku, dan… Akh tidak, tangan ku sudah tak kuat lagi…
bagaimana ini? Apa benar aku akan mati disini?
Perlahan aku melihat Renora
berjalan mendekati ku dan kini ia berdiri persis dihadapanku dengan senyum
liciknya dia berkata “Hmh… sayang sekali, gadis seperti mu harus berakhir
seperti ini. Tapi tenang saja, karena teman-teman mu akan segera menyusul !
HAHAHAHA…. HAHAHAHA.. !!!! “
Sungguh aku benar-benar muak
mendengarnya, tapi… apa yang harus aku
lakukan ?
Normal
POV
“Bagaimana kalau aku percepat
kematianmu gadis manis ? HAHAHAHA!!!!!“ ucap Renora sambil menghentakkan
kakinya membuat genggaman Lucy akhirnya terlepas.
“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!”
Teriak Lucy begitu tubuhnya terhempas ke udara
“ LUCYYYYYYYYY!!!!!” ucap Erza dan
Gray bersamaan
Tanpa diduga, telinga Natsu
bergerak serta matanya terbuka lebar begitu mendengar Erza dan Gray memanggil
nama Lucy.
“ Lucy?! ” Natsu membuka matanya
dan dengan cepat bangkit dari posisinya dan berlari sekencang mungkin kearah
tebing
“LUUUCCCYYYYYYYY…!!!!” Sedangkan
Renora yang terlambat menyadari kehadiran Natsu yang berlari kearahnya, langsung
ikut terpental kedalam jurang akibat tertabrak Natsu.
“Uwaaaaaaaaaaaa…. XD !!!” Teriak Renora
“LUCYYYYYYYYYYY…!!!” panggil Natsu
yang juga ikut terjun ke jurang tersebut
Lucy
POV
Entah kenapa aku mendengar
seseorang memanggilku, aku beranikan diri untuk membuka mata ku, dan… Aku
melihat…
“NA, NATSU !!!”
GREP!!
Ia berhasil mendapatkan ku dengan
kedua tangan kekarnya, tapi…TUNGGU!! Itu artinya…
kita berdua JATUUUH…!!! @_@
“Kyaaa…Natsu, kita akan jatuh…!!!”
Teriak ku yang benar-benar panik, tapi Natsu dengan wajah polosnya hanya ber
“Eh?” saja!
Aaaaaaaaaah… Aku tak habis pikir
bagaimana ia bisa setenang itu di saat seperti ini!!! T^T
Aaaaaaa….!!! Aku benar-benar
takut!! Sampai aku tak sadar menenggelamkan wajah ku kedalam dada kekar milik
Natsu dan menutup mata ku kuat-kuat.
Hening! Tak ada respon dari Natsu,
perlahan aku merasakan angin yang baru saja sangat kencang menerpa kami,
tiba-tiba hilang dan kami seperti… Terbang!!
EH??!!!
Tunggu!! Terbang????
Kubuka mata ku kembali dan…Yup! Aku melihat Natsu terbang dengan Api yang
membentuk dua sayap besar di punggungnya. Entah kenapa ini bisa terjadi, aku
juga tak mengerti…
“ Lucy, apa kau terluka? Kau
baik-baik saja? Beritahu aku mana yang sakit ?... “ Natsu terus bertanya
tentang keadaan ku dengan wajahnya yang sangat khawatir
“ Aku baik-baik saja Natsu “ kata
ku bersaha meyakinkannya. Ia lalu membawa ku naik dan masuk ke dalam gua itu
kembali.
Normal
POV
Begitu sampai diatas gua, Erza dan
Gray langsung mengampiri mereka dan sayap Api yang ada di pungggung Natsu segera
menghilang dengan cepat.
“Kalian berdua baik-baik saja?”
Ucap Erza yang terdengar sedikit khawatir
“Tenanglah, kami tak apa-apa” Ucap
Lucy dengan senyum manisnya
“Syukurlah… Oi Natsu! kenapa kau tidak cepat-cepat bangun tadi, hah?!
” Ucap Gray yang kesal karena ternyata Natsu bangun dengan sendirinya yang
artinya usahanya membangunkan Natsu tadi hanya sia-sia.
“Ng??” dengan wajah polosnya Natsu
menatap bingung Gray yang masih mengomel tak jelas.
Belum selesai keributan kecil itu,
tiba-tiba sebuah tangan muncul dari bawah tebing yang membuat bebatuan kecil
ditebing itu berjatuhan.Ternyata Renora juga berhasil selamat dengan menggunakan tali sihirnya dan kembali naik
keatas gua.
“Ekh…!! Menyebalkan, ternyata dia
masih hidup!!” ucap Gray kesal mengetahui kondisi Renora.
‘ Kurang ajar!! Bagaimana dia bisa menggunakan sihirnya lagi?‘ Pikir
Renora
“Hei, Bocah api! Berani-beraninya
kau menjatuhkan ku seperti ini! Lihatlah, aku akan segara memberimu pelajaran!!“
Ucap Renora kesal dengan tangan kanannya membersihkan darah yang keluar dari
sela-sela giginya.
“Bagaimana orang itu bisa muncul
dari situ?” Tanya Natsu dengan polos kepada Gray
“APAAAA?!! Kau ini Bodoh sekali,
apa kau tak sadar telah menabrak ku yang besar ini, Hah?!!” Ucap Renora yang
tak habis pikir dengan pertanyaan Natsu.
Hmbt! Gray menahan tawanya dengan
munutup mulutnya rapat-rapat
‘HAHAHA…Dia jujur sekali mengakui dirinya bertubuh besar!! XD’ Dalam hati Gray
Natsu yang masih tak mengingat
kapan ia menjatuhkan Renora, hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Ekh…!!! Kenapa kalian diam saja!!
Cepat serang Mereka!!!” Perintah Renora kepada anak buahnya. Beberapa dari
mereka menyerang Erza dan Gray,
sedangkan yang lain melawan Natsu dan Lucy.
Natsu dengan cepat berpidah posisi
di depan Lucy dan meninju kedua tangannya sehingga mengeluarkan sihir apinya.
Tatapannya tajam kepada mereka dan membuat api di kedua tangannya semakin
membesar
“ Jika kalian menyakiti Lucy
sehelai rambut saja, Akan ku ubah kalian
menjadi ABU !!! “ Natsu menegaskan dengan keras pada kalimat akhirnya.
DEG
‘
A,ada apa dengan jantung ku? Kenapa tiba-tiba berdetak sangat cepat? ‘
Tanpa Lucy sadari sembut merah merona di pipinya.
“KARYUU NO HOUKOU!!!!!” Natsu
melepaskan jurusnya tepat pada anak buah Renora
“HUWAAAAA…. Dia Kuat sekali…!!!!”
teriak salah satu anak buahnya dan berlari sebisa mungkin. Bahkan beberapa anak buah Renora yang mampu
mengendalikan sihir, tidak berfungsi sama sekali saat mencoba mengendalikan api
Natsu
“HUWAA…Gawat!! Sihirnya tak bisa di
kendalikan..!!!”
“Kita juga harus membantunya!!“
jelas Erza yang bersiap menyerang Renora
“Benar !“ Gray juga ikut bersiap
Tapi saat Erza dan Gray menyerang,
seperti biasa Renora mengalihkannya kearah Lucy. Beruntung Natsu dengan cepat
menangkisnya dengan satu tangan apinya dan tangan satunya lagi menyusul
menyerang Renora, dan seketika Renora bernasib sama dengan anak buahnya.
Pandangan Natsu langsung berbalik
kearah Gray dan Erza, kali ini tatapannya tak bersahabat, tatapan amarah yang
luar biasa, sampai-sampai seluruh tubuh Natsu penuh dengan api yang membara.
“ Oi, Natsu? Kenapa Kau menatap
kami seperti itu, hah? “ Tanya Gray yang merasa ada yang aneh.
‘
A,ada apa ini? Tunggu, tak biasanya Natsu seperti ini ‘ Pikir
Lucy.
“ Kalian juga ingin menyakiti Lucy
!! Tak akan ku MAAFKAN !!! “ Natsu menatap Gray dan Erza dengan api yang ada di
kedua tangannya.
“ Tunggu !! Natsu !! Kami tak
berniat sama sekali untuk menyakiti Lucy, itu semua karena pengaruh sihir
Renora !!! ” jelas Gray mencoba meyakinkan Natsu.
“ Percuma Gray, ada yang aneh
dengannya !! “ ucap Erza memperjelas keadaan.
Natsu langsung mengambil posisi
yang sama saat menyerangnya anak buah Renora.
‘ Oh tidak, ini tidak benar!! Natsu!!!’ Batin Lucy
“KARYUU NO HOUKOU…!!!!” Natsu
mengarahkan apinya pada Erza dan Gray, tapi tanpa diduga Lucy berlari dan
dengan cepat membentangkan tangannya sambil memejamkan kedua matanya untuk mejadi
tameng untuk Gray dan Erza.
“LUCY!!” Seru Erza dan Gray Bersamaan
Sayangnya api dengan cepat melesat
ke arah mereka bertiga, hingga menimbulkan ledakan yang cukup besar dan membuat
Gua tersebut dipenuhi asap hitam yang tebal.
Hening. Hanya suara batu-batu kecil yang berjatuhan dari atas Gua.
Perlahan asap mulai menghilang,
terlihat Natsu masih membentangkan kedua tangannya ke dinding gua dengan nafas
yang terengah-engah.
Saat asap benar-benar menghilang,
terlihat Lucy, Gray dan Erza menutupi kepala mereka dengan kedua tangan. Begitu
mereka membuka mata, terlihat dua sisi Gua dalam keadaan hancur dan dengan
Lubang yang besar.
“ Ha, hampir saja… “ ucap Gray
sambil melihat sekelilingnya
Lucy yang mulai mengingat kembali
kejadian yang baru saja terjadi. Langsung mencari Natsu.
Tak membutuhkan waktu lama untuk
menemukan Natsu. Ia masih dalm posisinya semuala dengan nafas yang
terengah-engah
“Natsu!!“ Lucy langsung berlari
mendekatinya, tubuh Natsu yang mulai kehilangan keseimbangannya langsung jatuh,
tapi Lucy menangkapnya sebelum tubuh Natsu tergeletak di lantai gua.
“ Lu…ci…” Ucap Natsu dengan lirih
sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri kembali.
“ Natsu!!”
“ Jangan khawatir, Ia hanya
tertidur “ Jelas Erza begitu sampai di dekat Lucy “ Ini sama seperti saat Natsu
terkena serangan Laxus “ sambungnya lagi.
“Ng!” Lucy mengangguk dan
memandangi Natsu yang tertidur di pangkuannya.
“Ya, sebaiknya kita segera kembali
ke Guild ” Saran Gray
“Tidak, kalian bawalah kembali
Natsu ke Guild, aku akan mengurus Renora berserta anak buahnya kepada dewan
penyihir!”
“Ng!!” Lucy dan Gray menggangguk
bersamaan.
Mereka pun kembali ke Guild
sedangkan Erza membawa Renora dan anak buahnya sebagai pengganti tugas mereka.
Dan Renora beserta anak buahnya di masukkan kedalam penjara Dewan Sihir, sementara Natsu dan Happy segera
dirawat oleh Wendy dan Charla sesampainya di Guid.
2 Hari
kemudian..
Wendy dan Charla baru saja keluar
dari ruangan Natsu di rawat.
“ Bagaimana keadaannya sekarang
Wendy? “ Tanya Happy yang terbang menghampirinya
“ Semua luka yang ada di tubuh
Natsu-san sudah sembuh, tapi… aku masih tak tau kenapa sampai sekarang
Natsu-san belum siuman… “ kata gadis berambut biru tersebut dengan wajah yang
tak ceria.
“ Tenanglah Wendy, Natsu adalah
anak yang kuat dia pasti akan segera sadar kembali “ Ucap Erza yang datang
sambil menepuk bahu Wendy
“ Ng!” jawab Wendy mengangguk “ Lucy-san
juga masih ada di dalam sana…“ Jelas
wendy yang merasa khawatir dengan keadaan Lucy.
“Oh… baiklah, aku harus bertemu
dengan master terlebih dahulu. Setelah itu aku akan melihatnya juga “ Ucap Erza
sambil berlalu meninggalkannya.
Tak lama Wendy dan Charla pun juga pergi
menemui anggota lainnya diikuti oleh Happy yang terbang di belakangnya.
Sementara itu, Lucy masih duduk persis di samping Natsu yang masih terbaring
tidur.
Lucy
POV
Ini sudah 2 hari… tapi Natsu belum
juga sadar. Aku ingat saat ia terkena petir Laxus, Natsu hanya butuh sehari
semalam saja untuk memulihkan kondisi badannya. Tapi… kenapa sekarang berbeda?
Aku bangkit dari duduk ku dan
memperpendek jarak ku dengan Natsu. Aku khawatir…
Apa yang terjadi sesuatu dengannya?
Ku harap tidak, aku tau Natsu sangat kuat.
Tapi…kemana perginya batu sihir
itu?? Atau mungkin…
Normal
POV
Saat Lucy sedang memikirkan kembali
apa yang terjadi sebelumnya, secara tiba-tiba Natsu langsung bangun dari
tidurnya.
“LUCY!!” Itu kata pertama yang
keluar dari mulut Natsu
“Kyaaaaaaaaaaa!!!” Lucy menjerit
kaget karena seperti baru saja melihat mayat hidup!
Natsu langsung mengalihkan wajahnya
kearah Lucy dengan lugunya.
“KAU mengangetkan ku Natsu!! Apa
kau tau jantungku hampir saja berhenti!!” Lucy benar-benar kesal dengan Natsu
yang bangun dengan tiba-tiba
Mengetahui disampingnya adalah
Lucy, Natsu sangat senang sampai tak memikirkan omelan Lucy. Senyuman khasnya
itu pun terpancar dengan jelas.
“Lucy~~” Ia langsung bangun dari tempat ia berbaring
dan memeluk erat Lucy. Sontak hal itu membuat semburat merah di pipi Lucy.
“Lucy~~~” Natsu mempererat
pelukannya
“Ng~~ Na, Natsu!! Ka, kalau seperti
ini.. a, aku tak bisa na,fas…” ucap Lucy yang menahan pelukan Natsu yang
terlalu kencang.
“Akh, Gomen ne Lucy!! Kau tak apa?
Maafkan aku..” ucap Natsu yang panic karena ulahnya.
“Ya.. aku tak apa, Natsu bagaimana
keadaan sendiri apa masih ada yang terasa sakit?” Ucap Lucy yang tak kalah
khawatir dengan keadaan Natsu.
Sedangkan Natsu yang mendengar
pertanyaan Lucy, hanya terlihat bingung dan mulai memeriksa dirinya.
“Ng… tidak, tidak ada yang sakit”
“Syukurlah… aku lega..” Ucap lucy
sambil menampakkan senyum manisnya.
Melihat hal itu, tanpa di sadari
telihat rona merah di kedua pipi Natsu
dan membuatnya sedikit tertunduk
“Lu, lucy…” ucap Natsu dengat
sangat pelan
“Ng? kau kenapa Natsu?” Lucy mulai
bigung dengan perilaku Natsu
“Itu… a.aku….” belum sempat kalimat
Natsu tersampaikan, pintu ruang perawatan mendadak terbuka. Dan keluarlah si
kucing biru yang mengganggu suasana tersebut, ia melesat cepat kearah Natsu
dengan air mata dramatisnya.
“Natsu~~~!!! Syukurlah… kau
baik-baik saja~~~!!” Ucap Happy yang berada dalam pangkuan Natsu.
Tak lama beberapa anggota Fairy
tail yang lain ikut memasuki ruangan tersebut termasuk makarov.
Lucy
POV
Syukurlah, ku lihat Natsu baik-baik
saja…
Ternyata aku terlalu
mencemaskannya…
Tapi… rasanya aku melihat seseorang
diluar pintu sebelum Happy datang, apa itu hanya perasaan ku saja ya??
Normal
POV
Natsu memandang satu persatu
orang-orang yang datang menghampirinya. Termasuk Happy yang sedang menangis
dramatis di pangkuannya.
“Lucy, dimana ini?” Ucap Natsu
sambil menatap Lucy
Lucy dan anggota fairy tail yang
lain benar-benar terkejut dengan pertanyaan Natsu.
“Na, Natsu..” ucap Lirih
Bersambung
ke Chapter 3
*Apa
yang terjadi pada Natsu sesungguhnya?
Tunggu
di Chapter 3 J
hehe ini mungkin update terlama yang pernah ada, atau mungkin udah banyak yang lupa dengan fanfic ku ini.
NB : Chapter 2 ini pernah aku publish sebelumnnya, tapi yang ini ada sedikit perubahan.
yang udah pernah baca, silahkan di baca kembali
:D
jangan lupa Azhel masih butuh saran dan kritik dari kalian XD
0 Komentar