Ai no Maho Chapter 2

Fairy tail hanya milik Hiro Mashima sensei
Azhel disini cuma pinjem para aktor/aktrisnya
pairing : Natsu Lucy
kurangnya : Buanyak miss typo, GAJE, Gak nyambung, Salah ketik, alur kecepetan, banyak dialog, ah pokoknya banyak deh!
thanks buat teman2 and author yang sudah memberikan saran dan kritiknya
Ingat! Pembaca yang baik akan meninggalkan jejaknya dengan memberikan komentar / Review-nya :D
selamat membaca...

~~** … Ai no Maho …**~~
*****
Sebelumnya…
“Natsu!!! Natsu, sadarlah!!“ Lucy mencoba menggerak-gerakkan tubuh Natsu. “Ku mohon, sadarlah, Natsu!! Ku mohon….sadarlah!“ tanpa ia sadari air matanya jatuh membasahi wajah Natsu.” Lucy~~ “ perlahan suara Natsu memanggil namanya dan melihat wajahnya yang sedang berurai air mata, hingga pandangannya gelap hingga ia tak sadarkan diri.



Chapter 2
Lucy POV
Bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan? Aku menarik Natsu kedalam pangkuanku, berusaha agar dia membuka matanya. Natsu… Sadarlah…
Aku mencoba mengerak-gerakan tubuhnya tapi ia tetap tak membuka matanya. Bagitu juga dengan Happy yang menangis keras disamping ku sambil memegangi lengan Natsu yang tergeletak diatas tanah Gua yang dingin.


Normal POV
Renora dan anak buahnya masih terpaku melihat Natsu yang masih tak sadarkan diri dalam pangkuan Lucy.
‘ Gawat!!  Seharusnya bukan sihir anak itu yang terhisap, entah apa yang akan terjadi setelah ini. Lebih baik anak itu ku lenyapkan! sebelum sesuatu yang buruk terjadi, ‘ pikir Renora
Tanpa mengulur waktu lagi, Renora langsung mengeluarkan sihirnya dan membentuk sebuah tali yang dengan cepat menjerat leher Lucy.
“Akh!!!” Pekik Lucy sambil berusaha melepaskan tali sihir itu dari lehernya
“Lucy…!!!” Happy ikut membantu Lucy dengan menarik, mengigitnya serta mecakar tali sihir itu sekuat tenaganya tapi tak juga berhasil. Renora bahkan  mengeluarkan tali sihirnya yang lain dari tangan kirinya dan mencambuk Happy, hingga ia terpental ke dinding Gua dan jatuh pingsan.
“Ha, Hap-pyy~ “ ucap Lucy Lirih karena tenaganya mulai habis terkuras menahan lilitan sihir Renora.
Tak cukup hanya itu, Renora juga menarik Lucy kearahnya dengan paksa, hingga Natsu yang berada di pangkuan Lucy pun jatuh tergeletak di lantai Gua.
“Kau tak ada gunanya lagi, gadis manis!“  ucap Renora dengan senyum liciknya pada Lucy. Salah satu bandit yang menculik Lucy segera menghampiri Natsu dan menarik serta mengangkat tubuh Natsu dengan satu lengannya.
“ HAHAHAHA…Anak ini sudah tak berdaya lagi, tak ada gunanya dibiarkan hidup !!!“ Sorak bandit itu dengan penuh kemenangan. Sedangkan Lucy masih berusaha keras melepas jeratan tali sihir itu dari lehernya.


Lucy POV
“Akh!!” Pekik ku saat Renora menjerat leher ku dengan sihirnya. Sungguh menyebalkan!! Semakin lama sihir ini semakin kuat, tenaga ku juga berkurang derastis. Apa mungkin sihirnya ini memiliki kemampuan menyerap sihir lawan? Gawat, Bagaimana ini??  (T^T)…
Ditambah lagi dengan kondisi Natsu dan juga Happy saat ini, aku benar-benar mengkhawatirkan mereka.


Normal POV
Disaat Lucy sedang berusaha melepaskan sihir Renora, tiba-tiba gerakannya terhenti ketika tali itu dengan cepat berubah membeku dan hancur menjadi serpihan.
“Apa??!! Bagaimana mungkin?!!” Ucap Renora begitu melihat sihir miliknya hancur menjadi kepingan Es!
Sementara Lucy langsung menjauh darinya dan mengatur nafasnya kembali.
“Terima kasih, Gray…!” ucap Lucy sambil memegangi lehernya yang masih sedikit merasakan sakit akibat jeratan tadi
“Lucy, kau baik-baik saja?” Tanya Gray yang baru saja datang bersama Erza
“Ng!” Jawab lucy mengangguk
Tak Lupa Erza langsung menghajar anak buah Renora yang bersama natsu hingga jatuh di lantai gua kembali. Dan setelah mengetahui keadaan Lucy, Gray lalu beralih menghampiri kearah Natsu dan mencoba menyadarkannya.
“Oi, Natsu!! Bangun!! Hei Bodoh, buka mata mu!!” sambil menguncang-guncangkan tubuh Natsu yang belum ada tanda-tanda akan segera sadar. Ia terdiam sejenak, lalu dengan satu tangannya mengangkat syal kotak-kotak milik Natsu dan tangan yang satunya lagi menamparnya bulak balik ( *ya ampun… itu cara menyadarkan orang yang paling sadis! XD
“=.=   Gray, tidak bisakah kau menyadarkannya dengan sedikit lembut?” ucap Lucy melihat Pria inceran Juvia itu menyadarkan Natsu (* Lebih tepatnya menghajar Natsu
Belum juga Natsu tersadar, Renora sudah mengerahkan anak buahnya kepada mereka dengan jumlah yang tak sedikit. Tanpa pikir panjang lagi, Erza dengan siap menghadang mereka dengan ratusan pedang miliknya menggantung di udara.
“Ternyata benar, kalianlah yang menculik para penyihir, katakan Apa tujuan kalian?!!“ Tanya Erza yang terdengar seperti perintah
“ HAHAHA…Penyihir Bodoh seperti kalian sebaiknya Diam !!! kalian hanya akan mengganggu rencana kami saja !! ”
Sontak gerakan Erza pun terhenti dan Aura di sekelilingnya berubah drastis! Ia menundukkan kepalanya dan berkata “ Apa kau bilang? Bo-Doh ? …” Erza menampakan senyumnya Devilnya. Ia juga mengganti baju Zirahnya menjadi Black wing Armor
“ BODOHHH ??!!!!!! Errrrrrggghh… KAU  Bilang Aku BODOH !! “ Ia kembali tersenyum dan perlahan memperlihatkan wajahnya yang mengerikan ! dengan kuku di kedua tangannya yang seolah siap mencabik lawannya, matanya berwarna merah menyala seperti warna rambutnya. *Jika dilihat pada saat seperti ini mungkin Erza bisa dibilang kembarannya Mirajane versi devilnya XD
“ A, Apa yang terjadi?  Di, Dia berubah !!!”. kata salah satu bandit yang tak jauh dari Erza berdiri.  Dan tanpa aba-aba, Erza langsung menghajar mereka habis-habisan !! sampai sebagian anak buah Renora kocar kacir berantakan.
“ Ah… Dia malah ngamuk disaat-saat seperti ini.. =.=  “ ucap Gray yang melihat kelakuan Erza.
“ Baiklah, aku juga tak akan kalah!! ICE… MAKE LANCE !!! “ Lanjut Gray mengeluarkan jurusnya ke arah Renora.
Disaat yang sama Lucy mengambil salah satu kunci emasnya dan bersiap mengeluarkan virgo, Sayangnya  Renora sudah mengetahui terlebih dahulu, sehingga serangan Es yang buat Gray ia alihkan kearah Lucy.
“Akh…!!” Pekik Lucy yang terbanting ke sisi Gua yang lain.
“Lucy !!“ Teriak Gray  dengan Panik.
Perlahan Lucy berusaha membangkitkan tubuhnya untuk tegak kembali, namun tanah yang ia pijak tiba-tiba bergetar “ Eh? Na, nani?..” Tanyanya bingung, lalu “ Uwaaa…!!!” Tanahnya longsor kedalam jurang. Beruntung Lucy sempat berpegangan pada salah satu batu yang ada di dinding Gua itu
“ Gawat! Lucy!!” ucap Gray panik. Namun karena lengah, Renora pun berhasil membuat Gray terhempas jauh darinya. Sedangkan Erza masih terperangkap menghadapi anak buah Renora yang jumlahnya sangat banyak.
Kini tinggal Renora dan Lucy yang tergelantung di bibir gua, Pria bertubuh besar dan berjanggut keriting ini perlahan mengayunkan langkahnya mendekati Lucy.


Lucy POV
Gawat !! dalam posisi ini aku tak bisa mengambil kunci rohku, dan… Akh tidak, tangan ku sudah tak kuat lagi… bagaimana ini? Apa benar aku akan mati disini?
Perlahan aku melihat Renora berjalan mendekati ku dan kini ia berdiri persis dihadapanku dengan senyum liciknya dia berkata “Hmh… sayang sekali, gadis seperti mu harus berakhir seperti ini. Tapi tenang saja, karena teman-teman mu akan segera menyusul ! HAHAHAHA…. HAHAHAHA.. !!!! “
Sungguh aku benar-benar muak mendengarnya,  tapi… apa yang harus aku lakukan ?


Normal POV
“Bagaimana kalau aku percepat kematianmu gadis manis ? HAHAHAHA!!!!!“ ucap Renora sambil menghentakkan kakinya membuat genggaman Lucy akhirnya terlepas.
“Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!!” Teriak Lucy begitu tubuhnya terhempas ke udara
“ LUCYYYYYYYYY!!!!!” ucap Erza dan Gray bersamaan

Tanpa diduga, telinga Natsu bergerak serta matanya terbuka lebar begitu mendengar Erza dan Gray memanggil nama Lucy.
“ Lucy?! ” Natsu membuka matanya dan dengan cepat bangkit dari posisinya dan berlari sekencang mungkin kearah tebing
“LUUUCCCYYYYYYYY…!!!!” Sedangkan Renora yang terlambat menyadari kehadiran Natsu yang berlari kearahnya, langsung ikut terpental kedalam jurang akibat tertabrak Natsu.
“Uwaaaaaaaaaaaa….  XD !!!” Teriak Renora
“LUCYYYYYYYYYYY…!!!” panggil Natsu yang juga ikut terjun ke jurang tersebut


Lucy POV
Entah kenapa aku mendengar seseorang memanggilku, aku beranikan diri untuk membuka mata ku, dan… Aku melihat…
“NA, NATSU !!!”
GREP!!
Ia berhasil mendapatkan ku dengan kedua tangan kekarnya, tapi…TUNGGU!! Itu artinya…
kita berdua JATUUUH…!!! @_@
“Kyaaa…Natsu, kita akan jatuh…!!!” Teriak ku yang benar-benar panik, tapi Natsu dengan wajah polosnya hanya ber “Eh?” saja!
Aaaaaaaaaah… Aku tak habis pikir bagaimana ia bisa setenang itu di saat seperti ini!!!  T^T
Aaaaaaa….!!! Aku benar-benar takut!! Sampai aku tak sadar menenggelamkan wajah ku kedalam dada kekar milik Natsu dan menutup mata ku kuat-kuat.
Hening! Tak ada respon dari Natsu, perlahan aku merasakan angin yang baru saja sangat kencang menerpa kami, tiba-tiba hilang dan kami seperti… Terbang!!
EH??!!!
Tunggu!! Terbang????
Kubuka mata ku kembali dan…Yup!  Aku melihat Natsu terbang dengan Api yang membentuk dua sayap besar di punggungnya. Entah kenapa ini bisa terjadi, aku juga tak mengerti…
“ Lucy, apa kau terluka? Kau baik-baik saja? Beritahu aku mana yang sakit ?... “ Natsu terus bertanya tentang keadaan ku dengan wajahnya yang sangat khawatir
“ Aku baik-baik saja Natsu “ kata ku bersaha meyakinkannya. Ia lalu membawa ku naik dan masuk ke dalam gua itu kembali.


Normal POV
Begitu sampai diatas gua, Erza dan Gray langsung mengampiri mereka dan sayap Api yang ada di pungggung Natsu segera menghilang dengan cepat.
“Kalian berdua baik-baik saja?” Ucap Erza yang terdengar sedikit khawatir
“Tenanglah, kami tak apa-apa” Ucap Lucy dengan senyum manisnya
“Syukurlah… Oi Natsu!  kenapa kau tidak cepat-cepat bangun tadi, hah?! ” Ucap Gray yang kesal karena ternyata Natsu bangun dengan sendirinya yang artinya usahanya membangunkan Natsu tadi hanya sia-sia.
“Ng??” dengan wajah polosnya Natsu menatap bingung Gray yang masih mengomel tak jelas.
Belum selesai keributan kecil itu, tiba-tiba sebuah tangan muncul dari bawah tebing yang membuat bebatuan kecil ditebing itu berjatuhan.Ternyata Renora juga berhasil selamat dengan  menggunakan tali sihirnya dan kembali naik keatas gua.
“Ekh…!! Menyebalkan, ternyata dia masih hidup!!” ucap Gray kesal mengetahui kondisi Renora.
Kurang ajar!! Bagaimana dia bisa menggunakan sihirnya lagi?‘ Pikir Renora
“Hei, Bocah api! Berani-beraninya kau menjatuhkan ku seperti ini! Lihatlah, aku akan segara memberimu pelajaran!!“ Ucap Renora kesal dengan tangan kanannya membersihkan darah yang keluar dari sela-sela giginya.
“Bagaimana orang itu bisa muncul dari situ?” Tanya Natsu dengan polos kepada Gray
“APAAAA?!! Kau ini Bodoh sekali, apa kau tak sadar telah menabrak ku yang besar ini, Hah?!!” Ucap Renora yang tak habis pikir dengan pertanyaan Natsu.
Hmbt! Gray menahan tawanya dengan munutup mulutnya rapat-rapat
HAHAHA…Dia jujur sekali mengakui dirinya bertubuh besar!!  XD’ Dalam hati Gray
Natsu yang masih tak mengingat kapan ia menjatuhkan Renora, hanya menggaruk kepalanya yang tak gatal.
“Ekh…!!! Kenapa kalian diam saja!! Cepat serang Mereka!!!” Perintah Renora kepada anak buahnya. Beberapa dari mereka menyerang  Erza dan Gray, sedangkan yang lain melawan Natsu dan Lucy.
Natsu dengan cepat berpidah posisi di depan Lucy dan meninju kedua tangannya sehingga mengeluarkan sihir apinya. Tatapannya tajam kepada mereka dan membuat api di kedua tangannya semakin membesar
“ Jika kalian menyakiti Lucy sehelai rambut saja,  Akan ku ubah kalian menjadi ABU !!! “ Natsu menegaskan dengan keras pada kalimat akhirnya.
DEG
‘ A,ada apa dengan jantung ku? Kenapa tiba-tiba berdetak sangat cepat? ‘ Tanpa Lucy sadari sembut merah merona di pipinya.
“KARYUU NO HOUKOU!!!!!” Natsu melepaskan jurusnya tepat pada anak buah Renora
“HUWAAAAA…. Dia Kuat sekali…!!!!” teriak salah satu anak buahnya dan berlari sebisa mungkin. Bahkan  beberapa anak buah Renora yang mampu mengendalikan sihir, tidak berfungsi sama sekali saat mencoba mengendalikan api Natsu
“HUWAA…Gawat!! Sihirnya tak bisa di kendalikan..!!!”
“Kita juga harus membantunya!!“ jelas Erza yang bersiap menyerang Renora
“Benar !“ Gray juga ikut bersiap
Tapi saat Erza dan Gray menyerang, seperti biasa Renora mengalihkannya kearah Lucy. Beruntung Natsu dengan cepat menangkisnya dengan satu tangan apinya dan tangan satunya lagi menyusul menyerang Renora, dan seketika Renora bernasib sama dengan anak buahnya.
Pandangan Natsu langsung berbalik kearah Gray dan Erza, kali ini tatapannya tak bersahabat, tatapan amarah yang luar biasa, sampai-sampai seluruh tubuh Natsu penuh dengan api yang membara.
“ Oi, Natsu? Kenapa Kau menatap kami seperti itu, hah? “ Tanya Gray yang merasa ada yang aneh.
‘ A,ada apa ini? Tunggu, tak biasanya Natsu seperti ini ‘ Pikir Lucy.
“ Kalian juga ingin menyakiti Lucy !!  Tak akan ku MAAFKAN !!! “ Natsu  menatap Gray dan Erza dengan api yang ada di kedua tangannya.
“ Tunggu !! Natsu !! Kami tak berniat sama sekali untuk menyakiti Lucy, itu semua karena pengaruh sihir Renora !!! ” jelas Gray mencoba meyakinkan Natsu.
“ Percuma Gray, ada yang aneh dengannya !! “ ucap Erza memperjelas keadaan.
Natsu langsung mengambil posisi yang sama saat menyerangnya anak buah Renora.
Oh tidak, ini tidak benar!! Natsu!!!’ Batin Lucy
“KARYUU NO HOUKOU…!!!!” Natsu mengarahkan apinya pada Erza dan Gray, tapi tanpa diduga Lucy berlari dan dengan cepat membentangkan tangannya sambil memejamkan kedua matanya untuk mejadi tameng untuk Gray dan Erza.
“LUCY!!” Seru Erza dan Gray Bersamaan
Sayangnya api dengan cepat melesat ke arah mereka bertiga, hingga menimbulkan ledakan yang cukup besar dan membuat Gua tersebut dipenuhi asap hitam yang tebal.
Hening. Hanya suara batu-batu  kecil yang berjatuhan dari atas Gua.
Perlahan asap mulai menghilang, terlihat Natsu masih membentangkan kedua tangannya ke dinding gua dengan nafas yang terengah-engah.
Saat asap benar-benar menghilang, terlihat Lucy, Gray dan Erza menutupi kepala mereka dengan kedua tangan. Begitu mereka membuka mata, terlihat dua sisi Gua dalam keadaan hancur dan dengan Lubang yang besar.
“ Ha, hampir saja… “ ucap Gray sambil melihat sekelilingnya
Lucy yang mulai mengingat kembali kejadian yang baru saja terjadi. Langsung mencari Natsu.
Tak membutuhkan waktu lama untuk menemukan Natsu. Ia masih dalm posisinya semuala dengan nafas yang terengah-engah
“Natsu!!“ Lucy langsung berlari mendekatinya, tubuh Natsu yang mulai kehilangan keseimbangannya langsung jatuh, tapi Lucy menangkapnya sebelum tubuh Natsu tergeletak di lantai gua.
“ Lu…ci…” Ucap Natsu dengan lirih sebelum akhirnya ia tak sadarkan diri kembali.
“ Natsu!!”
“ Jangan khawatir, Ia hanya tertidur “ Jelas Erza begitu sampai di dekat Lucy “ Ini sama seperti saat Natsu terkena serangan Laxus “ sambungnya lagi.
“Ng!” Lucy mengangguk dan memandangi Natsu yang tertidur di pangkuannya.
“Ya, sebaiknya kita segera kembali ke Guild ” Saran Gray
“Tidak, kalian bawalah kembali Natsu ke Guild, aku akan mengurus Renora berserta anak buahnya kepada dewan penyihir!”
“Ng!!” Lucy dan Gray menggangguk bersamaan.
Mereka pun kembali ke Guild sedangkan Erza membawa Renora dan anak buahnya sebagai pengganti tugas mereka. Dan Renora beserta anak buahnya di masukkan kedalam penjara  Dewan Sihir, sementara Natsu dan Happy segera dirawat oleh Wendy dan Charla sesampainya di Guid.




2 Hari kemudian..
Wendy dan Charla baru saja keluar dari ruangan Natsu di rawat.
“ Bagaimana keadaannya sekarang Wendy? “ Tanya Happy yang terbang menghampirinya
“ Semua luka yang ada di tubuh Natsu-san sudah sembuh, tapi… aku masih tak tau kenapa sampai sekarang Natsu-san belum siuman… “ kata gadis berambut biru tersebut dengan wajah yang tak ceria.
“ Tenanglah Wendy, Natsu adalah anak yang kuat dia pasti akan segera sadar kembali “ Ucap Erza yang datang sambil menepuk bahu Wendy
“ Ng!” jawab Wendy mengangguk “ Lucy-san  juga masih ada di dalam sana…“ Jelas wendy yang merasa khawatir dengan keadaan Lucy.
“Oh… baiklah, aku harus bertemu dengan master terlebih dahulu. Setelah itu aku akan melihatnya juga “ Ucap Erza sambil berlalu meninggalkannya.
Tak lama Wendy dan Charla pun juga pergi menemui anggota lainnya diikuti oleh Happy yang terbang di belakangnya. Sementara itu, Lucy masih duduk persis di samping Natsu yang masih terbaring tidur.


Lucy POV
Ini sudah 2 hari… tapi Natsu belum juga sadar. Aku ingat saat ia terkena petir Laxus, Natsu hanya butuh sehari semalam saja untuk memulihkan kondisi badannya. Tapi… kenapa sekarang berbeda?
Aku bangkit dari duduk ku dan memperpendek jarak ku dengan Natsu. Aku khawatir…
Apa yang terjadi sesuatu dengannya? Ku harap tidak, aku tau Natsu sangat kuat.
Tapi…kemana perginya batu sihir itu?? Atau mungkin…
Normal POV
Saat Lucy sedang memikirkan kembali apa yang terjadi sebelumnya, secara tiba-tiba Natsu langsung bangun dari tidurnya.
“LUCY!!” Itu kata pertama yang keluar dari mulut Natsu
“Kyaaaaaaaaaaa!!!” Lucy menjerit kaget karena seperti baru saja melihat mayat hidup!
Natsu langsung mengalihkan wajahnya kearah Lucy dengan lugunya.
“KAU mengangetkan ku Natsu!! Apa kau tau jantungku hampir saja berhenti!!” Lucy benar-benar kesal dengan Natsu yang bangun dengan tiba-tiba
Mengetahui disampingnya adalah Lucy, Natsu sangat senang sampai tak memikirkan omelan Lucy. Senyuman khasnya itu pun terpancar dengan jelas.
“Lucy~~”  Ia langsung bangun dari tempat ia berbaring dan memeluk erat Lucy. Sontak hal itu membuat semburat merah di pipi Lucy.
“Lucy~~~” Natsu mempererat pelukannya
“Ng~~ Na, Natsu!! Ka, kalau seperti ini.. a, aku tak bisa na,fas…” ucap Lucy yang menahan pelukan Natsu yang terlalu kencang.
“Akh, Gomen ne Lucy!! Kau tak apa? Maafkan aku..” ucap Natsu yang panic karena ulahnya.
“Ya.. aku tak apa, Natsu bagaimana keadaan sendiri apa masih ada yang terasa sakit?” Ucap Lucy yang tak kalah khawatir dengan keadaan Natsu.
Sedangkan Natsu yang mendengar pertanyaan Lucy, hanya terlihat bingung dan mulai memeriksa dirinya.
“Ng… tidak, tidak ada yang sakit”
“Syukurlah… aku lega..” Ucap lucy sambil menampakkan senyum manisnya.
Melihat hal itu, tanpa di sadari telihat rona merah di kedua pipi Natsu  dan membuatnya sedikit tertunduk
“Lu, lucy…” ucap Natsu dengat sangat pelan
“Ng? kau kenapa Natsu?” Lucy mulai bigung dengan perilaku Natsu
“Itu… a.aku….” belum sempat kalimat Natsu tersampaikan, pintu ruang perawatan mendadak terbuka. Dan keluarlah si kucing biru yang mengganggu suasana tersebut, ia melesat cepat kearah Natsu dengan air mata dramatisnya.
“Natsu~~~!!! Syukurlah… kau baik-baik saja~~~!!” Ucap Happy yang berada dalam pangkuan Natsu.
Tak lama beberapa anggota Fairy tail yang lain ikut memasuki ruangan tersebut termasuk makarov.


Lucy POV
Syukurlah, ku lihat Natsu baik-baik saja…
Ternyata aku terlalu mencemaskannya…
Tapi… rasanya aku melihat seseorang diluar pintu sebelum Happy datang, apa itu hanya perasaan ku saja ya??


Normal POV
Natsu memandang satu persatu orang-orang yang datang menghampirinya. Termasuk Happy yang sedang menangis dramatis di pangkuannya.
“Lucy, dimana ini?” Ucap Natsu sambil menatap Lucy
Lucy dan anggota fairy tail yang lain benar-benar terkejut dengan pertanyaan Natsu.
“Na, Natsu..” ucap Lirih






Bersambung ke Chapter 3
*Apa yang terjadi pada Natsu sesungguhnya?
Tunggu di Chapter 3  J




Gomen ne Minna
hehe ini mungkin update terlama yang pernah ada, atau mungkin udah banyak yang lupa dengan fanfic ku ini.
NB : Chapter 2 ini pernah aku publish sebelumnnya, tapi yang ini ada sedikit perubahan.
yang udah pernah baca, silahkan di baca kembali
:D
jangan lupa Azhel masih butuh saran dan kritik dari kalian XD

Posting Komentar

0 Komentar