Fairy tail hanya milik Hiro Mashima sensei
Azhel disini cuma pinjem para aktor/aktrisnya
pairing : Natsu Lucy
Warning : Buanyak miss typo, GAJE, Gak nyambung, Salah ketik, alur
kecepetan, banyak dialog, ah pokoknya banyak deh!
karena
fanfic ini masih sangat jauh dari sempurna
~**
PIOLIV **~
Tahun XXIIV di Island Maho. Lucy seorang Pioliv (pemilik sihir
ganda) berusia 18 tahun yang baru saja bisa menguasai sihirnya. Gadis berambut
blonde ini tengah berusaha kabur dari Zeref
seorang penyihir hitam yang menginginkan kekuatan Hoshi yang tertanam di tubuh
Lucy untuk menguasai Island Maho dengan sihir hitamnya.
Dalam pelariannya Lucy tak sengaja menabrak Natsu
yang sedang pertarung melawan bandit-bandit pasar, karena di anggap menghalangi
jalan. Lucy pun terpaksa jadi ikut bertarung melawan bandit pasar tersebut karena
menghalangi jalannya. Ia mengeluarkan salah satu sihirnya yaitu sihir kabut
miliknya sehingga anak buah Loan tidak bisa menemukannya. Natsu yang penasaran,
mengejar lucy dengan indra penciumannya yang kuat itu dan memintanya bergabung
dengan serikatnya yaitu Fairy Tail.
Lucy tak pernah mengatakan tentang
jati dirnya yang sebenarnya pada Natsu, stelah masuk serikat Natsu tanpa ada
kesepakatan yang jelas, selalu mengatakan bahwa ia dan Lucy adalah tim. Dan
Sekarang, tepatnya 3 bulan setelah kejadian itu.
Kini Natsu perlahan membuka kamar
Lucy dan langsung berlari mendekati Lucy yang masih tertidur diranjangnya.
Kemudian Gray lalu Erza menyusul masuk dan langsung duduk dimeja belajar Lucy.
Gray dan Erza adalah anggota serikat Fairy tail juga, mereka sudah seperti
saudara karena selalu bersama-sama. Dan kali ini adalah pertama kalinya mereka
berjabung dengan Natsu dan Lucy dalam kerjaan meraka.
“ Hah…. Dia masih tidur, kenapa dia
tak pernah mengunci pintu kamarnya?? ”ucap Natsu sambil naik ke ranjang dan
berbaring disamping Lucy yang masih terlelap.
“(=_=) hei hei hei…… kenapa kamu ikut
berbaring Natsu…?? “ ucap Gray yang tak habis pikir dengan kelakuan teman
anehya itu.
Kenapa aneh? Ya Gray, si penyihir Es
ini selalu men-Cap Natsu dengan sebutan ANEH, itu semua karena rambut Natsu
yang berwarna Pink secara alami. (* sama, Azhel juga setuju dengan Gray kalo
yang itu! Itu sebabnya mereka jarang
sekali akur, beruntung Erza selalu bisa menenangkan mereka berdua, yang sudah
pasti di kepala Natsu dan Gray mendadak ada telur besar akibat pukulan Erza.
Usia Erza lebih tua 1 tahun dari
mereka, serta sikap tegas,kuat, tenang, berpikir dingin, dan sangat patuh
terhadap perintah ketua Fairy Tail tail, membuat dia sangat disegani oleh para
anggota yang lain bahkan anggota yang lebih tua darinya pun segan dengannya. Penyihir
yang dijuluki “Ratu Fairy Tail” ini sangat mengagumkan bukan hanya dari fisik
yang cantik, namun karena kemampuan sihinya yang mampu menghasilkan seribu
pedang sangat luar biasa.
“Ini sudah siang, cepat bangunkan
dia……!!” Tegas Erza dengan wajah yang
tampak agak bosan sambil memutar-mutar vas bunga milik Lucy di tangannya
“Terserah aku kan! Lagi pula ini menarik“
sambil melihat Spidol milik Lucy ditangannya, kemudian senyuman Natsu berubah menjadi
cengiran yang menakutkan, pertanda ada ide aneh dari Natsu.
‘hah…… anak itu benar-benar sulit diatur!!’ Rutuk Gray dalam hatinya yang
memperhatikan tingkah natsu.
“ Hei, kau sedang apa Natsu?” Tanya
Erza yang sedikit penasaran dengan apa yang dilakukan Natsu
“ Sssssstttttt…………………..!!!!“ Itulah
jawaban Natsu sambil menggambar sesuatu di wajah Lucy.
Yup, seperti itulah Natsu, pengguna
sihir Api yang tidak kenal rasa takut, tidak pernah mau mendengarkan perintah
orang lain bahkan perintah dari ketua Fairy maho yang tak lain adalah kakeknya
sendiri, dan dia hanya melakukan apa yang dianggapnya menarik, korbanya sudah
pasti Lucy.
Sementara itu, Natsu yang sibuk
menggambar wajah Lucy, melihat ada sedikit gambar di leher kanan belakang Lucy
yang tertutup kerah baju. Natsu lalu mendekatkan wajahnya dengan perlahan untuk
memastikannya. Sedangkan Lucy yang masih tertidur ternyata sedang bermimpi, dia
dikejar oleh anak buah Zeref, diapun berlari dan bersembunyi kedalam rumah tua
ditengah hutan. Jantungnya berdetak tak menentu karena rasa takutnya. Tiba-tiba
sebuah suara muncul dari arah belakangnya, dan berkata “ akhirnya aku
menemukanmu...” Lucy memejamkan matanya sekuat tenaga, tangannya gemetar serta jantungnya
pun berdetak dengan sangat kencang. Namun sebuah tangan menyentuh pundaknya dan
Lucy pun berteriak dan bangun dari tidurnya dengan kening yang sukses menghantam
kepala Natsu secara tiba-tiba.
“Aaaaaakkhh….sakit sekaliii…..!!! kenapa
tiba-tiba bangun, hah!! Aduh~!“ Ungkap Natsu yang duduk sampil mengusap-usap keningnya yang
mulai bengkak akibat insiden tadi
“ Aaaw…….. aduh sakit sekali~!! (
mulai sadar ) eh?, kamu yang kenapa ada di ranjangku…!!!!!!! Eeekh………Kau ini,
cepat turun!!! “. Ucap Lucy yang kesal sambil cemberut melempar bantal-bantal
yang ada di dekatnya dan menengok kearah Erza dan Gray dengan tatapan terkejut,
ia baru menyadari bahwa tak hanya Natsu yang berada didalam kamarnya.
“AHAHAHAHA…HAHAHA……Wajah mu, AHAHAHA……….” Seolah tak ambil pusing dengan
omelan Lucy, Natsu tertawa sambil memeluk semua bantal yang dilempari Lucy. Ia
benar-benar puas dengan karyanya di wajah Lucy yang menurutnya sangat Lucu dan
menarik.
Begitu pula Gray dan Erza yang
menahan tawa dengan menutup mulut mereka. Menyadari ada yang tak beres, Lucy
langsung mengambil kaca kecil di meja samping ranjangnya. Dan terkejut melihat
ulah natsu yang menggambar wajahnya.
“Akh, wajah
ku~~……Eerrrrrgghhh…..NATSUUUUU…..!!!!!!!“. Sambil mengepal tangannya erat-erat. Wajahnya merah
tanda emosinya sudah sampai puncak dan siap meledak.
“Sudahlah Lucy, cepatlah mandi dan
sarapan. Kita akan segera berangkat“ kata-kata Erza membuat Lucy seketika
mengilangkan semua emosinya menjadi sebuah kebingungan.
“Eh,
berangkat? Memangnya kita mau pergi kemana Erza? “.
“Kita punya pekerjaan dari keluarga
Tetsuma. Dan kalau berhasil kita akan dapat hasil yang besar!! Jadi kita akan
segera pergi ke kota Tetsuma” Tutur Erza dengan tenang namun tegas.
“Kita
berempat?“ Tanya Lucy lagi sambil membersihkan wajahnya dengan tisu
“ Yup, karena tidak ada pekerjaan
lagi yang tersisa dan hanya tinggal kita berempat ^_^ “ Jawab Gray dengan Gaya
sok kerennya
‘hah… benar, anggota di serikat ini
seperti ikan piranha! Begitu ada pekerjaan langsung di serbu habis! Yang
tidak kebagian, akan menganggur atau bergabung dengan anggota lain’ Dalam hati Lucy.
Lucy pun segera mengambil pakaiannya
dan pergi ke kamar mandi, saat di kamar mandi Lucy melihat dari cermin gambar
yang berada dileher belakangnya itu dan saat menyentuhnya, gambar itu bersinar.
Gambar itu adalah lambang Pioliv, sebuah gambar Bintang yang dikelilingi oleh
bintang-bintang kecil yang melingkarinya. Setiap Pioliv memiliki lambang yang
sama, namun jenis sihir dan letaknya berbeda-beda. Kebanyakan dari Pioliv
digunakan oleh kalangan atas untuk maksud tertentu, namun ada juga yang hidup
secara normal. Dan di Fairy Tail yang mengetahui Lucy seorang Pioliv hanyalah
Mavis, ketua Fairy Maho.
“Hmh…..bagaimana cara menghilangkan
lambang ini? Aku sudah bosan harus bersembunyi terus…. apa suatu hari nanti
lambang ini akan hilang?? “ Ucap Lucy dengan Lirih sambil memandangi lambang
tersebut. Matanya memncarkan kesedihan yang mendalam, sampai tanpa terasa bulir
bening itu pun mengalir dari kedua mata Lucy.
Setelah membersihkan dirinya dan
sarapan, Lucy dan yang lainnya segera berangkat menuju kota Tetsuma. Diperjalanan
Natsu selalu mengeluh tidak ada hal yang menarik untuknya.
“Uunngghh…… =.= membosankan! Apa
tidak ada hal yang menarik??? ” celoteh Natsu yang memainkan tangannya di kaca
kereta, tanda kebosanannya tingkat tinggi.
“Kau ini berisik sekali ! apa tidak
ada kata-kata lain selain itu !!“ Bentak
Gray yang kesal dengan sikap Natsu yang tak mau diam
“ Huh…!! menyebalkan !! “ Natsu
bahkan tak tertarik beradu mulut dengan Gray
“ Sabarlah, Sebentar lagi kita akan
memasuki daerah Tetsuma…” Ucap Erza sambil melihat peta yang diberikan Oleh
Mavis.
“Erza, kenapa nama kotanya sama
dengan nama Keluaga Tetsuma?” Tanya Lucy yang penasaran
“tentu saja karena kota tersebut adalah
milik keluarga Tetsuma” Jawab Erza yang tenang
“HAH!!??” Itulah reaksi dari Lucy, Gray dan Natsu
bersamaan
‘W-wah…. Keluarga yang sangat kaya ya… !!’ Lucy Sweetdop
“Lalu apa pekerjaan yang harus kita lakukan?“
Tanya Lucy kembali pada Erza
“Katanya Kita diminta mencari sebuah
Boneka kesayangan milik Putri keluarga Tetsuma, Bahkan mereka berani membayar
mahal hanya untuk itu “.
“Hanya sebuah Boneka? Padahal
keluarganya sangat kaya, kenapa tidak minta dibelikan yang baru?? “ Lucy mulai
berpikir ini ada yang aneh.
“Entahlah…, Nah… kita sudah sampai di Stasiun Lorenst. Setelah ini
kita naik kapal kecil dari sini, lalu mengikuti aliran sungai ini maka kita sudah
sampai di kota Tetsuma“. Tutur Erza dengan seksama.
Meraka pun segera menaiki kapal kecil
yang dimaksud, sambil melepas lelah mereka pun bersandar di badan kapal, Gray
bahkan sudah tertidur pulas disamping Erza
Sedangkan Natsu “Lucy, apa kau bawa
sesuatu yang menarik ?“ Sambil membuka tas milik Lucy.
“Tidak ada…, Hei! Kenapa langsung
membuka tas ku ??!!” omel Lucy yang melihat tasnya sudah berpindah tangan.
“Eh, kamu bawa buku ? buku apa ini? “
Sambil berbaring dan membuka bukunya dan lagi-lagi mengacuhkan omelan Lucy
‘Ekkh…
menyebalkan! anak ini seenaknya saja!!’ Umpat Lucy dalam hatinya
“ Itu buku tentang macam-macam sihir…
jadi kita bisa mempelajarinya.. “
Saat ingin menerangkan lebih lanjut
pada Natsu, ternyata dia sudah tertidur pulas dengan buka di tangannya.
“Hah… sepertinya buku adalah obat
tidur paling ampuh untuk membuatnya diam! “ Ucap Lucy Sweetdrop sambil
mengambil bukunya dari tangan Natsu. Tanpa disadari Erza memperhatikan dua
sejoli ini (?)
“Lucy, selama tiga bulan ini bukankah
kamu selalu bekerja dengan Natsu, bagaimana menurutmu? “.
“Sejak bergabung dengan Fairy Tail,
aku tidak pernah kebagian pekerjaan, dan Natsu selalu meminta ku ikut
dengannya… “ raut wajahnya mendadak suram
“ Sebenarnya aku lebih pilih menganggur dari pada ikut dengannya, Tapi
kalau aku bilang tidak mau ikut, dia pasti bertanya terus kenapa kenapa dan
kenapa?? Hah… aku tak bisa bilang kalau aku takut nanti akan bertemu Zeref dan
anak buahnya.. ( T~T )…..“. Dalam hati Lucy
“ kau
pasti sangat repot ^_^ “ komentar Erza
dengan senyum ramahnya
“
=.= begitulah…”
Kapal mulai mendekati daratan dan
dari sana terlihat kota yang sangat luas dan ramai. Lucy dan Erza langsung
membangunkan Natsu dan Gray. Mereka pun
berjalan memasuki kota yang besar itu. Dengan Erza dan Gray memimpin jalan
didepan Natsu dan Lucy.
“Wah…. Kota sebesar ini milik
keluarga Tetsuma ??!! “Sorak Lucy yang kagum sambil melihat di sekelilingnya.
“ ^_^ kau masih tak percaya ya..? “
Tanya Erza
“ Ng! “ Lucy menganggukkan kepalanya
Sementara itu mata Natsu tak lepas
melihat-lihat seluruh kota guna mencari sesuatu yang menarik untuknya. Dan tiba-tiba
langkah Natsu terhenti.
“Nah… ikuti aku, aku sudah menerima
peta rumah keluarga Tetsuama dari ketua. Ini daerah yang asing untuk kita, jadi
kita tetap harus bersama. Betul ‘kan Gray? “.
“ Yup! Apa kalian mengerti? ( menengok
ke belakang, tapi Lucy dan Natsu sudah tak ada ) EH?!! Kemana Merekaaa…….!!!!
Eeeekh…..kenapa mereka sulit sekali diatur ??!!!! “ Gray mulai panik campur
kesal, campur khawatir, campur…..es, sirup (?) Gray mengepal tangannya
erat-erat menahan emosinya.
“Gray, Tenanglah….“.
“Hah…. Apa aku bilang, satu tim
dengan Mereka pasti menyusahkan ! kalau bukan karena imbalan pekerjaannya yang
besar, aku pasti tak akan bergabung dengan mereka!! “.
“ Sudahlah…., lagi pula ini ‘kan juga
perintah dari ketua. Aku yakin mereka
akan baik-baik saja“ Ucap Erza dengan berpikir dingin
Sementara itu, Natsu dan Lucy sedang
berada di tempat yang ramai sekali pengunjungnya.
Lucy : “ Natsu, tempat apa ini ? Kita harus
kembali ke tempat Erza dan Gray… kit….
“.
Belum semua kata-kata lucy
keluar, Natsu sudah menarik tangannya ke
kerumunan orang di tempat asing tersebut. Dan ternyata itu adalah tempat jualan
Bakpao bakar, dan yang membuat ramai disini karena penjualnya membakar Bakpao
dengan tangan kosong dan Bakpao yang belum terjual masih tetap berlumur api
“Wahaha……Lihat, ini menarik sekali
Lucy….!! Di tempat kita tidak ada yang seperti ini..!! “ Sorak Natsu dengan
antusias
“ Wah…. Hebat!” Ucap Lucy yang memandang
kagum aksi si penjual tersebut “Eh,
tunggu?!!” Ia kembali sadar “ Natsu, Kita tidak boleh lama-lama disini…!!
Natsu, ayo kita kembali…!! “ Bujuk Lucy
“Paman,
aku mau beli…!!“ Ya… lagi-lagi Menghiraukan kata-kata Lucy
‘ Huwaaa…. Aku lupa! Dia tidak pernah menuruti kata-kata ku !! ( T~T ) ‘ Dalam
hati Lucy
“Baiklah tunggu sebentar !” Si
penjual itu lalu melirik kearah Lucy “ Apa Nona ini juga mau? ^_^“
“ Ya, dia juga ! “ Jawab Natsu dengan
Cepat
“ Hei ! aku kan belum bilang mau..!!
“ Protes Lucy, meski tak berpengaruh pada Natsu
“Ladies First…. ^_^ “ Si penjual
memberikan pada Lucy Bakpao yang masih berbalut api dengan tangannya.
“Ba, bagaimana… aku mengambilnya? “.
Penjual itu pun tersenyum dan menutup
Bakpao yang berbalut api dengan kedua tangannya, lalu membukanya kembali dengan
Bakpao yang sudah tidak ada apinya kemudiannya memberikannya kepada lucy.
“Nah… kalau seperti ini ? ^_^ “.
“wah…, Paman hebat sekali….!” Seru
Lucy, lalu mencicipi bakpaonya “Ummh….
Enak !! >_< “.
“ Terima kasih “ uapa si Penjual sambil
melayani pembeli yang lain.
Tiba-tiba
“ Wah….. Lihat anak itu….!!!! “ kata Salah
satu pengunjung yang mengejutkan para pengunjung lainnya.
“Wah… Dia hebat sekali..!!! kata
pengunjung lainnya.
Si Penjual dan Lucy seketika kaku dan
seluruh badannya memutih seperti patung.
Ternyata itu ulah Natsu yang mengambil
dan memakan langsung Bakpao yang berbalut Api “ Ummmmhhh….. Enak, enak sekali
!! “.
“Wah… Nak, kau hebat juga. Karena itu
aku beri kau bonus 2 Buah Bakpao Gratis !!“ (* wah… asik tuh kalo kaya gitu,
Azel juga mau~~~
“Wah… terima kasih. Lucy, kau lihat
kan. Ini sangat menarik XD hahaha… !!”
Ucap Natsu, benar-benar seperti anak kecil yang mendapat hadiah permen yang
banyak
“Iya… iya… aku kalah. Ini memang
sangat menarik ! ^_^ “jawab Lucy
mengalah
‘Hmh….
Bagaimana ini ?? Sudah terlalu lama kami terpisah dengan Erza dan Gray. Lalu
bagaimana kami kerumah keluarga Tetsuma ????
ah~~ T^T “. Dalam hati Lucy
Penjual itu pun memperhatikan pakaian
Natsu dan Lucy “Sepertinya kalian bukan dari kota ini?“.
“Benar, kami dari Fairy Tail. Oh iya,
apa Paman tau dimana rumah Keluarga Tetsuma? “ Jawab Lucy
“ Oh….. Tentu saja tau. Kalian ikuti
saja jalan ini, nanti akan terlihat tembok perak yang panjang. Kalian telusuri
saja tembok tersebut sampai pada pintu
gerbangnya. Oh ya, apa kalian mau membeli bakpau ku lagi untuk bekal kalian
dijalan ? ^_^ “.
“
Iya, Aku mau lagi…!! XD “ Jawab Natsu
dengan Semangat
Setelah membeli beberapa Bakpau lagi,
mereka lalu mengikuti saran dari Penjual Bakpao dan menelusuri tembok tersebut,
tapi sudah ½ jam mereka berjalan gerbangnya belum ketemu juga.
“Hah~~ apa-apaan ini~~ Kenapa dari tadi gerbangnya tidak ketemu juga
??!! Unnghh…!!! (=.=) “ Keluh Lucy sambil terus memperhatikan
tembok panjang yang ada di sampingnya
“Seperti tidak ada putusnya tembok
ini~~ Hah…. =.= “ tambah natsu yang keadaannya tak jauh beda
dengan Lucy
“ Untung kita tadi beli Bakpau untuk
bekal, atau jangan-jangan Paman itu sudah tau kalau perjalanannya seperti ini
?? “ tutur Lucy sambil memakan bakpao
miliknya
“Hahaha…
iya benar. Mungkin saja begitu “. Komentar Natsu sambil memakan bakpao juga
Tak lama akhirnya sebuah gerbang
besar terlihat, Lucy dan Natsu langsung
menuju kesana. Disana terdapat dua penjaga bertubuh tinggi besar yang
menghalangi mereka.
Lucy
melangkah mendekati para penjaga tersebut “ Permisi, kami dari Fairy Maho, kami
datang atas permintaan dari keluarga Tetsuma“.
“Apa kalian pun ya surat resminya?
Setiap tamu harus membawa surat resmi sebagai bukti“ Tanya Penjaga 1
“Maaf, Surat resmi kami ada di 2
teman kami yang lain, kami terpisah dijalan. kalian boleh cek nanti…, atau
mungkin teman kami telah sampai lebih dahulu dari. Kalian bisa Tanya kepada
mereka.. “.
“TIDAK BISA !! Ini sudah peraturan !
yang tidak membawa surat resmi, Tidak Boleh Masuk !” Tegas Penjaga 2
Natsu melihat mulai tak sabar “Hei,
kalian memperlambat pekerjaan kami !! Apa kalian ingin aku Hajar !!! “
“APA KAU BILANG ???!!! BERANINYA
KAUUU….!!!!!“ kata kedua penjaga tsb
Lucy mulai panic “ Tu, tunggu dulu
Natsu ! kita kesini kan bukan untuk berkelahi…!! “. Mencoba menenangkan Natsu.
Lalu telepon genggam Penjaga 1
berdering, setelah berbicara sedikit dengan seseorang di telepon, akhirnya Lucy
dan Natsu diperbolehkan masuk “Baiklah kalian boleh masuk ! “.
“Tuh, benar kan apa yang ku
bilang?“ Tegas Lucy sambil berjalan
memasuki gerbang.
Tak ketinggalan Natsu “ Wee…. XP “.
Meledek kedua pengaja tsb, lalu menyusul Lucy dari belakang.
Saat memasuki rumah keluarga Tetsuma,
Lucy dan Natsu dipandu oleh seorang pelayan wanita yang cantik dan sangat
ramah.
“Nona, apa 2 teman kami sudah sampai
disini ? “ Tanya Lucy
“Maaf, saya kurang tahu. Saya hanya
di tugaskan mengantar kalian kepada Tuan Putri.. “
Mereka lalu berjalan menelurusi jalan yang
berbelok-belok, menanjak dan berputar dan corak dinding yang sama.
“Hehe… Nona, apa kau yakin jalan yang
kita ambil benar? Karena dimata ku jalan ini sama semua “ Tanya lucy kembali
“Tenang saja, jalan dirumah ini
memang seperti itu. Saya sudah terbiasa dengan ini ^_^ “.
“Aku yakin syarat masuk untuk jadi
pelayan disini adalah mengahafal jalan di rumah ini “. Celetuk Lucy dengan
suara pelan
“Apa
anda mengatakan sesuatu ? “Tanya pelayan itu
“ Ah…
tidak… ahaha XD “ tawa Lucy Garing
Tak lama akhirnya mereka sampai di ruang tamu keluarga
Tetsuma, dan disana sudah menunggu kepala pelayan mereka “ Kita sudah sampai,
perkenalkan tuan ini adalah kepala pelayan disini ”.
Tapi begitu sampai, Natsu dan Lucy langsung menyadari sesuatu
begitu kepala pelayan itu berdiri dari duduknya dan menghampiri mereka bedua
dengan senyummnya.
“Selamat datang di keluarga Tetsuma ^_^ “.
“PAMAN BAKPAO….!!!!!”. Seru Lucy dan Natsu secara bersamaan.
“Ahahaha tenanglah… mari silahkan duduk, Maaf tidak
memberitahukan kepada kalian sebelumnya, Perkenalkan saya Toshiro Himura “.
“Senang bertemu dengan mu Paman, saya Lucy heartfilia”
“Natsu Dragneel, salam
kenal Paman :D Ini menarik sekali..” ujar Natsu
“Apa paman tadi sengaja menyamar sebagai pejual Bakpao karena
kami? “ Tanya Lucy yang pensaran
“Ah… sama sekali tidak.
Itu adalah pekerjaan sambilan ku saja.. Hahahaha “.
“ sudah jadi kepala pelayan, tapi
masih kerja sambilan sebagai pemual bakpao! Wah.. orang ini benar-benar hebat !
“ decak kagum dalam
hati Lucy.
”Oh iya Paman, apakah
2 teman kami juga sudah datang kesini? “ Tanya Lucy
“Teman? Aku tidak tahu, setahuku hari ini baru kalian berdua
tamu ku”
Lucy dan Natsu pun saling berpandangan, memikirkan hal yang
sama.
“ Aah… mungkin mereka pergi makan dulu, mungkin sebentar lagi
mereka sampai “ Ucap Natsu yang kembali riang lagi.
“Ummh.. benar juga…. “ Namun Lucy masih menyimpan
kekhawatirannya
“Emmm… Begini saja, kalian bermalamlah disini sambil menunggu
rekan kalian, sebelum tugas kalian laksanakan, kalian pasti lelah” tawar Himura
“Betul juga, baiklah…” jawab Lucy diringi anggukan Natsu.
Himura mengantarkan Natsu dan Lucy ke kamarnya
masing-masing,menyelusuri lorong-lorong dengan corak yang sama seperti pada saat Lucy memasuki
rumah itu. Namun saat menuju kamar yang
dimaksud, langkah Lucy berhenti seketika saat ia mendengar seseorang berkata
“Pioliv…” secara samar namun terdengar jelas di telinga Lucy.
Ia pun segera menengok kebelakang dengan cepat, tapi tak
seorang pun ia temukan
‘Apa itu Cuma perasaan
ku saja ya?’ Batin Lucy
“Lucy, kau kenapa?“ Tanya Natsu yang menyadari lankah Lucy
terhenti
“ Eh? Ah… tidak apa-apa..
^_^ hehehe…” Melanjutkan
langkahnya
“ Apa….. Kau melihat…. HANTU~~~!!!” Ledek Natsu dengan menampilkan wajah yang
menyeramkan serta kedua tangannya yang menggantung seperti siap menerkam.
BLETAK!!!
Yup ! Telur besar seprti yang dibuat Erza kini sudah
bersarang kepala Natsu. Lucy menghentakkan kakinya mendahului Natsu yang geletak dengan mata beputar.
“Nah, kita sudah sampai. Ini kamar anda Nona… tepat
disebelahnya adalah kamar untuk teman anda ini
^_^” Terang Himura sambil membuka
kunci kamar milik Lucy dan dahulu.
“ Hai, Terima kasih Paman”
Tapi saat pintu kamar Lucy terbuka, yang masuk duluan adalah
Natsu yang langsung melesat cepat kearah kasur dan membaringkan badannya serta
membentangkan kedua tangannya
“ Hahaha… Lucy, ini enak sekali~~~!!!”
“Hei!! Ini kan kamar ku! Kau tak ingin melihat kamar mu ?”
gerutu Lucy yang kesal dengan tingkah Natsu yang seenaknya. Tak Lupa ia menaruh
tak ranselnya disisi ranjangnya serta membuka jendela yang ada di
kamarnya. Ia baru sadar kalau kamrnya
ada di lantai tiga, padahal ia tak merasa menaiki tangga saat memasuki rumah
yang besar ini.
“apa mungkin jalan yang kami lalui tadi itu menanjak ya??
Tapi kok aku tak merasa lelah??” ucap Lucy yang bingung serta menggarukkan pipi
kanannya.
“… Pioliv….” Suara itu kembali lagi dan terdengar sangat
halus dan lirih
Lucy tersentak dan segera menengok kearah belakang nya
mencari asal suara itu. Tapi hasilnya sama seperti sebelumnya, tak ada orang lain
selain Natsu yang masih bermanja-manja dikasurnya. ia menggelengkan kapalanya
dengan cepat, berusaha mengusir apa yang mengganggunya sedari tadi.
Ia mengahampiri Natsu, dengan berkacak pinggang “Natsu,
cepatlah kekamar mu… aku ingin berganti pakainan!!”
“ Mmm… sebentar lagi~~~”
Dengan jelas urat-urat Lucy membentuk 4 sisi, Sudah habis
kesabarannya. Ia menyeret Natsu keluar
dengan seluruh tenaganya. Dan BERHASIL. Sekarang ia yang berbaring dikasurnya.
melapaskan seluruh pikirannya yang dan
perlahan matanya terpejam membawanya kealam mimpi.
.
.
Begitu matanya terbuka kembali secara perlahan, matanya
membulat sempurna “Kyaaaaaa….!!!!!”
Teriaknya dan dengan capat bangun dan menjauh dari ranjangnya.
BRUK
“LUCY!!!” Natsu membuka pintu kamar Lucy dengan keras begitu
mendengar teriakannya.
.
~** To be Continue**~
0 Komentar